Peran Positif Tengkulak dalam Pemasaran Buah Manggis Petani: Studi Jaringan Sosial Tengkulak di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor
PDF

Keywords

peran positif, petani manggis, tengkulak, jaringan sosial, menguntungkan

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat peran positif dari keberadaan tengkulak (pemilik modal) dalam pemasaran pertanian melalui perspektif jaringan sosial. Tengkulak memiliki jaringan sosial yang luas. Jaringan sosial tersebut ia gunakan sebagai bahan dasar dari pertukaran ekonomi. Dalam kasus ini yaitu tengkulak memasarkan buah manggis kepada jejaring yang ia miliki. Selain itu, keberadaan tengkulak juga dapat membantu petani dengan peran positif yang ia miliki. Pernyataan itu di dukung oleh studi yang dilakukan oleh Asromi (2003) yang menyatakan bahwa peran penting tengkulak dalam aspek ekonomi yaitu tengkulak sebagai penggerak roda ekonomi di wilayah setempat. Akan tetapi, terdapat beberapa argumen yang menentang pernyataan itu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa keberadaan tengkulak malah merugikan petani. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Quartey (2012) menjelaskan bahwa adanya kontrak pra-panen yang diajukan oleh tengkulak kepada petani bertujuan untuk menurunkan harga yang pada ujungnya akan membawa dampak kemiskinan bagi si petani. Berdasarkan temuan penelitian yaitu melalui jaringan sosial yang luas dan tak terbatas, tengkulak dapat dengan mudah memasarkan buah manggis kepada para pembeli. Tengkulak memiliki kelekatan relasional dengan petani dan pembeli. Tengkulak juga menduduki posisi strategis sebagai lubang struktural karena menghubungkan antara petani dengan pembeli, sehingga dapat memberikan keuntungan yang besar bagi diri sendiri dan banyak pihak. Tengkulak di Desa Karacak juga memiliki peran positif sebagai pengumpul, pembeli, penghubung dan pemasar. Tengkulak yang memiliki peran positif yaitu tengkulak yang tidak memiliki peran sebagai kreditor/pemilik modal serta tidak bersifat ekploitatif terhadap petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Informan diperoleh melalui teknik snowball.

PDF