Resolusi Konflik Pembangunan Infrastruktur oleh Korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
PDF

Keywords

model of conf lict resoution, local communities, infrastucrure

Abstract

Artikel junal ini mengkaji tentang konflik yang terjadi antara PT. PLN (Persero) APP Bandung Raya dengan masyarakat terdampak pembangunan SUTET serta model resolusi konflik yang dilakukan. Penulis berargumen bahwa konflik yang terjadi antara masyarakat dengan PT. PLN (Persero) APP Bandung Raya memiliki potensi untuk mengganggu kinerja korporasi sehingga perlu adanya model resolusi konflik yang tepat. Studi sebelumnya membahas korporasi menjadi dua jenis yaitu BUMN dan BUMS yang seringkali mengalami gesekan dengan masyarakat. Namun, kebanyakan studi sebelumnya membahas mengenai korporasi yang bekerja di bidang pertambangan dan tidak memasukan model resolusi secara spesifik. Kelebihan tulisan ini adalah penulis membahas BUMN non-tambang sebagai objek penelitian serta memaparkan model resolusi lain berupa peanganan keluhan selain pelaksanaan CSR Konflik antara masyarakat lokal Desa Neglasari dengan PT. PLN (Persero) APP Bandung Raya menjadi studi kasus yang penulis gunakan. Artikel jurnal ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data primer yang berasal dari wawancara secara langsung dan data sekunder yang berasal dari studi pustaka maupun data lainnya. Artikel jurnal ini dilakukan di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Bandung Selatan.

This article is discussing about conflict between PT. PLN (Persero) APP Bandung Raya and local communities that affected by the SUTET construction with the resolution conflict model that can be done. The author argue that conflict that accure between PT. PLN (Persero) APP Bandung  Raya and Neglasari’s local communities can interfere the corporation performance so need for a model of conflict resolution. Previous studies discussing about two types of corporation, there are BUMN and BUMS which is often in conflict with communities. However, the previous studies still defficient because most of studies just discussing about mining corporation and without explain the conflict resolution model specifically. The article has the diffrence because it’s discussing about non-mining corporation with the model of conflict resolution for completing th previous studies. This article using the conflict between PLN with the communities at Desa Neglasari as a case study.  This article used qualitative methods and uses primary and secondary data for information. This research was conducted on SUTET tower in Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, South Bandung.

PDF