Tanggung Jawab Sosial Korporasi (TJSK) PT. Indonesia Power Unit PLTP Gunung Salak: Dinamika Program Pemberdayaan Kampung Ramah Lingkungan Taneuh Beureum, Desa Purwabakti, Kabupaten Bogor
PDF

Keywords

CSR, people empowerement, Green Village Programme

Abstract

Program tanggung jawab sosial korporasi (TJSK) yang dilakukan oleh PT. Indonesia Power UPT Gunung Salah (PT. IP GSL) dengan menggandeng Kelompok Tani Wahana Belajar Creatif (WBC) di Kampung Taneuh Beureum berpotensi mengalami masalah dari sisi keberlanjutan. Pelaksanaan program TJSK menimbulkan dinamika sosial di kalangan masyarakat yang menghambat realisasi Kampung Taneuh Beureum sebagai Kampung Ramah Lingkungan (KRL) secara berkelanjutan. Minimnya komunikasi antar masyarakat dan minimnya akses informasi kepada masyarakat terkait program TJSK menimbulkan kecemburuan sosial dan menghambat pelaksanaan program pemberdayaan. Program TJSK ini masih dirasakan belum cukup efektif karena lemahnya modal sosial masyarakat dan ketrampilan sosial dari pihak WBC. Dibutuhkan upaya penguatan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada WBC, namun juga masyarakat secara umum serta pemerintah desa, agar program KRL dapat berjalan secara berkelanjutan.

PT. Indonesia Power UPT Gunung Salah (PT. IP GSL) corporate social responsibility programme (CSR) which partnered with Wahana Belajar Creatif (WBC) Farmer Group (FG) in Taneuh Beureum village has high possibility of unable to run for a long term. CSR programme run by PT. IP GSL caused social dynamic to Taneuh Beureum people, which ironically caused a halt to Green Village Programme (Kampung Ramah Lingkungan-KRL) realization it initiated. Lack of communication between Taneuh Beureum people and lack access to information of how to access CSR support, caused social jealousy which further disrupt the empowerement programme. Relatively weak social capital of Taneuh Beureum people and social skill of WBC FG, made empowerement
programme initiated by PT. IP GSL innefective. It’s suggested that PT. IP GSL need not only empowering WBC FG, but also people of Taneuh Beureum and official village administration as a whole, so the Green Village Programme could be achieved sustainably.

PDF